Bedanya Mengajar dan Mendidik Matematika
Posted: 06/06/2008
Ass. Wr. Wb.
Suatu sore di bulan Feb 2008, saya pernah ditanya seorang tetangga se-RT. "Pak, apa sih bedanya mengajar dan mendidik?" Uuppss… gak salah nih nanya ke saya?” begitu kata hati saya.
Terus terang saya agak ragu dengan kemampuan saya menjawab pertanyaan itu. Sebab, yang tanya itu seorang sarjana pendidikan (S.Pd) dengan 3 orang anak. Anak yang paling kecil aja sudah kuliah di Bandung, jurusan Elektronika lagi! Sementara anak saya yang paling besar baru kelas 7 (kelas 1 SMP). Jadi, saya kurang PD menjawabnya! Hati kecilku kembali bertanya: “Ini pertanyaan yg membutuhkan penjelasan atau hanya sekedar ngetes saya?”.
Tapi karena dipaksa... ya akhirnya saya coba menjelaskan secara aplikatif (sedikit mungkin menggunakan teori dan definisi) dan dijelaskan dengan gaya Guru Jalanan aja….!
"Oh, ya bu, bedanya mengajar dan mendidik ya? Hmm... mungkin begini gambarannya."
MENGAJAR:
"Anak-anak, berapa 8x9?"
"8x9 adalah 9+9+9+9+9+9+9+9, kalau dijumlahkan maka hasilnya adalah 72."
"Kalian harus ingat ya konsep tersebut."
"Yaaaa pak....!"
"Tapi pak, bagaimana menjawab soal 92x94?"
"Hhmmm.. ya kalian harus ikuti konsepnya. Coba lihat konsep yang bapak jelaskan sebelumnya pada soal 8x9.
“Jadi…..maksud bapak kami harus….?”
“Ya! Tepat! Konsepnya adalah
92x94=94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94 +94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+ 94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94 +94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94 +94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+94+ 94+94.
Kalian tinggal jumlahkan aja!”
"Hah?!" (ada yang bengong gak percaya!)
“Gedubrak!” (satu murid mulai pingsan!)
“Oooo tidaaaaakkkk!” (murid lainnya menjerit!)
MENDIDIK:
"Anak-anak, kalian sudah mengerti cara menjawab 8x9?"
"Kalau sudah mengerti, mangapa hasil 8x9=72?"
"Mengerti pak, karena 8x9=9+9+9+9+9+9+9+9=72."
"Benar. Tapi tahukah kalian bahwa 8x9 bisa dijawab dengan lebih mudah?"
"Coba kalian perhatikan. Jika kalian sakit dan tidak ada saudara dekat di tempat kalian tinggal, kepada siapa kalian minta pertolongan?"
"Berdoa kepada Allah pak!"
"Pergi ke dokter pak!"
"Beli obat di warung pak!"
"Minta tolong tetangga terdekat pak!"
"Dan lain-lain pak!" (he he he … yang ini jawaban siswa yang sudah jengkel dan stress kali yaaaa!)
"Ya... semuanya benar. Tapi bapak tertarik dengan -minta pertolongan pada tetangga terdekat."
"Coba perhatikan,8x9 dibandingkan 10x10 lebih mudah mana?"
"10x10 pak!"
"Alasan yang sangat logis! Kalau begitu, kalian harus perlakukan 8x9 seperti 10x10. Dan ingat ya... perlakuan ini sama seperti ketika kalian sakit dan minta pertolongan pada tetangga terdekat untuk mengantar ke dokter."
8 tetangga terdekat 10
9 tetangga terdekat 10
--- x
8 2 (membutuhkan 2 untuk menjadi 10)
9 1 (membutuhkan 1 untuk menjadi 10)
9 – 2 = 7
2 x 1 = 2
Gabungkan 7 dan 2 sehingga diperoleh jawaban 72.
"Pak, kalau begitu... cara mencari hasil perkalian 92x94 bagaimana?"
"Mudah saja. Siapa tetangga terdekat 92 dan 94?"
"100 ya pak? Apakah kita perlakukan 92x94 sama seperti 100x100?"
"Benar anak-anakku. Jika kalian menjumpai 92x94 mintalah tolong pada 100, jangan ke 10. Itu artinya kalian minta bantuan saudara yang jauh ada di luar kota. Mintalah bantuan pada tetangga terdekat. Kalian sudah paham maksud bapak, kan?"
"Mengerti pak!"
92 butuh 8 untuk jadi 100
94 butuh 6 untuk jadi 100
94 – 8 = 86
8 x 6 = 48
"Jadi hasilnya 8648 ya pak?"
"Benar anak-anakku. Kalian sudah semakin pintar dan logis. Kalian harus selalu ingat dan baik pada tetangga terdekat ya. Karena tetangga terdekatlah yang akan dengan cepat membantumu jika ada musibah. Perlakuan ini sama seperti pada perkalian. Tolong menolonglah kalian dalam berbuat kebaikan, bukan kejahatan. Terimakasih kalian sudah mendengarkan penjelasan bapak."
Note: Ayat Al Quran pendukung perkalian 92x94 dapat didekati dengan QS. Al Maaidah ayat 2: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH amat berat siksanya.”
"Oh ya, di rumah nanti, buka kembali Al Quran kalian ayat tentang tolong menolong dalam berbuat kebaikan ya. Kalian bisa baca di QS. Al Maaidah ayat 2. InsyaALLAH kalian semakin dimudahkan memahami matematika oleh Sang Maha Berilmu."
“Benarkah kita bisa lebih mudah memahami matematika dengan Al Quran, pak?
“Benar anak-anakku, cobalah kalian pahami QS. Al Baqarah ayat 185, “ALLAH menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan ALLAH atas petunjuk-NYA yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
“Kami belum mengerti, pak.”
“Tidak apa anak-anakku. Ayo sama-sama kita pelajari. Bukankah tadi kalian sudah memahami bagaimana mengalikan 8x9 dan 92x94?”
“Ya pak.”
“Nah, bukankah ALLAH sudah memberikan kemudahan kepada kalian dengan lebih mudah mengalikan 92x94? Kenapa kalian bisa menghitung 92x94 lebih mudah dari cara sebelumnya?”
“Belum mengerti pak.”
“Baiklah, 92x94 menjadi lebih mudah karena kalian sudah mencukupkan bilangannya! Bukankah tadi kalian memperlakukan 92x94 seperti mengalikan 100x100? Bukankah itu berarti kalian sudah mencukupkan (menggenapkan) bilangan 92 dan 94 menjadi masing-masing 100?”
“Oh iya ya…”
“Begitulah anak-anakku. Belajarlah kalian dari semua sisi ilmu pengetahuan. Karena sesungguhnya inti hakiki ilmu pengetahuan adalah satu. Belajarlah seumur hidup kalian, semampu kalian. Karena ALLAH akan meninggikan keimanan kalian jika kalian berilmu pengetahuan. Bacalah QS. Al Mujaadilah ayat 11 anak-anakku.”
QS. Al Mujaadilah ayat 11: “ALLAH meninggikan orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat.”
“Terimakasih pak…..!”
Catatan kaki Guru Jalanan:
Kali ini, hatiku pun tersenyum bahagia melihat murid-murid hari ini belajar matematika perkalian penuh semangat eksplorasi. Aku pun senantiasa berdoa:
“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” [QS. Thaahaa ayat 114], agar aku dapat membimbing mereka dengan lebih baik.”
Dikutip dari: Kelas 4A Pembelajaran MATEMATIKA AKHLAQ, keajaiban bahasa bilangan untuk mendidik akhlaq mulia, Rumah Akal, Bogor, Feb 2008
Wass. Wr. Wb.
Bekti Hermawan
-guru jalanan-
|